Jumat, 20 Juli 2012

BANTEN (Wahana Bagi Jawara dan Santrinya Santri)


BANTEN ( Wahana Bagi Jawara dan Santrinya Santri)


D
ari manakah anda berasal ? cukup jauhkah jarak anda jika dibandingkan dengan tempat super unik yang akan saya ceritakan ? inginkah anda merasakan apa yang saya rasakan saat menulis artikel ini ? apakah anda penasaran mengenai sebuah tempat di ujung barat pulau Jawa yang penuh pesona dan sungguh memikat logika ? jika iya, bacalah tulisan ini hingga akhir lalu bayangkan kesimpulan yang anda dapat kemudian bandingkan dengan pemikiran sebagian besar orang.
            Tahukah anda salah satu wilayah di Indonesia yang sering di sebut-sebut sebagai " Kandang Jawara " ?  Lalu tahukah anda daerah selain NAD ( Nanggroe Aceh Darussalam ) yang dijuluki sebagai " Kota Seribu Santri " ? pernahkah anda membayangkan jika kedua julukan daerah tersebut tersematkan kepada satu tempat dengan nama dan letak yang sama ? jika tidak, selamat bagi anda semua sebab anda akan mendapat bahan untuk mengkhayal dan membayangkan mengenai hal yang mungkin tidak pernah anda pikir dan bayangkan sebelumnya.
            B-A-N--T-E-N. Masih baurkah anda dengan nama daerah tersebut ? apakah anda memiliki nama lain yang lebih sesuai seperti " Kampung Para Juaranya Jawara "  atau yang lainnya ? saat ini juga pola pikir atau mindset anda mengenai tempat ini akan berubah seketika.
            Dikelilingi oleh pegunungan yang asri dan hamparan persawahan serta perkebunan yang memikat mata, Tidak menutup kemungkinan Banten adalah salah satu daerah ter-istimewa di Indonesia. Dari sudut manakah kita melihatnya ? tentu melalui keberagaman budaya, wisata, pertanian dan perikanannya. Apakah hanya melalui beberapa hal tersebut Banten dikatakan sebagai daerah teristimewa? jika iya, maka anda belum memahami Banten sepenuhnya.
            Anda boleh mengatakan bahwa Banten adalah "Tempatnya Para Jawara ". Yang menjadi pertanyaan adalah di belahan bumi mana letak anda ketika berkoar mengenai hal tersebut ? menjadi sebuah kepastian bahwa hal ini hanyalah hasil kiasan sinekdoke belaka. Sebab warga Banten sendiri tidak meyakini keberadaan pemikiran tersebut.
            Tahukah anda ? ketika saya mengelilingi beberapa daerah di Banten untuk sebuah urusan, saya mengunjungi beberapa pondokan modern dengan jumlah santri yang tidak saya duga-duga sebelumnya. Sebelum saya mengalami peristiwa tersebut, saya sadar bahwa pola pikir saya mengenai Banten yang saya tinggali mungkin lebih menjurus kepada persepsi kebanyakan orang pada umumnya seperti daerah jawara ataupun yang lainnya. Namun setelah itu, sudut pandang saya mengenai wilayah ini seakan berubah dari sebuah " kengerian " menjadi sebuah KEKAGUMAN. 
            Percayakah anda ? Ketika saya menelusuri daerah Lebak atau lebih tepatnya daerah Rangkas dan sekitarnya, hampir setiap satu kilo meter jarak tempuh dalam perjalanan, saya menemukan Pontren-pontren modern atau yang lebih dikenal dengan istilah Islamic Boarding School seolah berbaris menuju arah jalan yang saya lalui. Mungkin kedengarannya biasa bagi anda. Tetapi ini LUAR BIASA bagi saya. mengapa ? sebab saat itu juga akhirnya saya TERSADARKAN. . Biarpun tak bisa dipungkiri juga bahwa terdapat pula beberapa perguruan pencak silat di daerah ini.
Di sepanjang perjalanan tersebut, saya mendayagunakan pola pikir yang saya miliki untuk mengolah persepsi baru saya mengenai daerah ini untuk di rangkai menjadi sebuah tulisan yang menarik.
Inilah Kesimpulan yang dapat kita ambil dari penjelasan mengenai hal di atas yang dapat mengubah persepsi anda  : " Di sebuah daerah yang kaya akan wisata, pertanian serta hasil tambang yang melimpah, dengan keanekaragaman budaya yang memikat, Mungkin ini biasa bagi anda tetapi sebuah keselarasan yang luar biasa bagi saya. Ditemukannya dua sebutan karakter masyarakat yang berbeda untuk satu daerah yang sama, dengan sifat yang bertolak belakang antara "  Kekerasan " dan " Pengajian "  menjadikan daerah Banten sebagai salah satu bukti hasil combine yang istimewa antara segala perbedaan yang berjalan beriringan menjadi satu kesatuan yang utuh pada kesempurnaan dalam kebersamaan”.
Sekian.
(Muhamad Fathan Mubin)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar