Persiapan menghadapi hidup
Oleh : Muhamad Fathan Mubin ( 20
februari 2012 )
“ Kenalilah apa yang akan anda
lakukan mengenai hidup sebelum anda terjun bebas dengan kehati-hatian yang
kurang kedalamnya. Pengenalan yang cukup akan meningkatkan keyakinan terhadap
hasil akhir dan tingkat antusias yang anda harapkan dengan sedikit pengurangan
kesanksian masa depan yang mungkin anda dapati jika mengabaikannya.”
Sebagian besar manusia seolah dibuat
terkejut atas kenyataan yang mencengangkan bahwa segala apa yang dimilikinya
mempunyai garansi waktu untuk ia lepas dari genggamannya jika masa berlakunya
telah habis. Itulah hidup, setiap kepemilikan bersifat sementara – baik benda
maupun nyawa – yang akan kembali kepada sang pemilik saat waktunya tiba. Lalu terbesit
beberapa pertanyaan “ lantas apakah hidup itu ? apakah hanya untuk mengisi
jatah hidup dan tidak berguna setelahnya ? apa hanya untuk menjadi pemenang
pada setiap kompetisi dunia ? apakah semua hanya kepalsuan yang hanya membius
manusia untuk selalu bersikap memangsa sesamanya karena kepentingan semata
pribadi ? “. Jawaban atas hal itu dapat kita jawab dengan pola pikir yang
rasional dan berdasar pada kepekaan terhadap segala fenomena hidup yang tengah
berlangsung di sekitar kita.
Kehidupan merupakan hukum alam yang
mesti kita jalani dengan sikap pribadi
yang selalu siap. Berbagai rintangan adalah salah satu penyedap dalam komposisi
terbaik yang pernah ada dan menjadikan kehidupan semakin sempurna. “ mengenali
jati diri”, ialah petuah lama yang masih sangat relevan dengan upaya kita untuk
bertahan hidup saat ini. Dunia selalu melakukan seleksi bagi penghuninya, yang
tidak lagi layak untuk menjadikan dirinya termasuk dalam golongan perubahan
masa depan yang sering kita sebut dengan istilah GLOBALILASI. Setiap perubahan
tidak untuk kita tinggalkan. Yang terpenting adalah menjadikan keyakinan kita
terhadap kebenaran tetap terpatri dalam diri dan tidak akan tergoyahkan oleh
asupan ideologi awam mengenai hal yang samar-samar yang cukup menggiurkan.
Hiduplah bagaikan
singa yang tersesat di peternakan babi, mengikuti segala perubahan dalam
kondisi baru yang sedang dihadapi dengan tak gentar, penuh percaya diri,
menjadi pribadi lama yang siap dengan risiko baru, selalu berusaha untuk selalu
terlihat kuat di mata yang lain sehingga sebuah kemustahilan jika terjebak
dalam siasat musuh yang menyamar dan menamakan dirinya sebagai gerakan
perubahan.
Hidup
merupakan sebuah kompetisi yang membutuhkan upaya totalitas kita untuk
menaklukannya, kehati-hatian yang menyeluruh terhadap berbagai hal dan
kefokusan serta kontinuitas yang berlanjut terhadap setiap usaha untuk
mengalahkan rintangan dan hambatan yang selalu membentang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar