Rabu, 03 Oktober 2012

Galau itu?

Galau  Itu ?
   
“Resah
 berkepanjangan bukanlah
akhir dari perjuangan. Pola rasa yang
menguras hati di akhir-akhir ini hanyalah
persepsi sesaat dalam pikiran yang mengalihkan
afirmasi diri Anda untuk dapat berbuat lebih kedepan.
Pahamilah kegalauan, sebelum Anda terjebak pada pemikiran
salah olehnya. Kenalilah kegalauan sebelum Anda kaku sebab buta pengetahuan dan tertinggal karenanya. Tidak ada telaga galau. Yang ada ialah galaksi kegalauan. Sebab galau tidak begitu sempit dan sederhana seperti apa yang Anda bayangkan. Inilah dunia galau,wahana
penentu kejelasan bagi setiap keraguan
yang semakin menggosok nurani dan pikiran.”
   
Galau. Akronim yang sesuai untuk macam celotehan unik, seperti Gelisah Antara Lanjut Atau Udahan , GA lAku - lakU, GAgal LAmar Uh, dan lain sebagainya.  Catatan, saya tidak melawak. Hanya melucu tentang hal yang tidak perlu Anda tertawai. Namun jika Anda mau tertawa, silahkan tertawalah. Tapi untuk apa? Bukankah ini tidak lucu? Hehe. Cukup, kita tidak perlu berdebat konyol mengenai akronim kegalauan tadi. Lebih baik Anda membuka mata dan menutup mulut. Untuk apa? Sebab akhir-akhir ini regenerasi lalat merajalela, bisa saja hewan menjijikkan itu masuk ke mulut Anda. So, bukalah mata Anda untuk menelaah tulisan ini, bukan hanya sekadar memandangi lalat. Ada apa dengan lalat? Sudahlah, soal lalat kita bahas lain waktu. Baiklah, apakah Anda seorang lalat? Eh, maksud saya apakah Anda seorang remaja? Mungkin istilah galau sudah sering Anda temui di alur dan realita budaya generasi muda saat ini. Entah mengapa istilah galau yang hinggap sebelum ungkapan alay menyerebak di pergaulan remaja kini, seolah menjadi istilah wajib yang mesti di aplikasikan –baik definisi maupun filosofi- sesuai dengan kadar interpretasi yang telah Anda kembangkan selama ini.
    Fakta uniknya, mereka yang selalu berkoar tentang istilah galau ternyata belum paham tentang hakikat galau sebenarnya. Right? Ketika mendengar dan membaca istilah galau, apa yang tiba-tiba terbersit di pikiran Anda? apakah yang ada di pikiran adalah moment ketika Anda ditolak mentah-mentah oleh seseorang? “Tidak, saya tidak ditolak. Hanya sekedar diabaikan.” Sadarlah kawan, hal itu jauh lebih menyakitkan. Bila perkataan ini membuat Anda terkenang mengenai kejadian masa lalu yang memukul jiwa Anda di kala itu, mohon dimaafkan. Saya hanya menguji kejujuran Anda. Dan itulah mengapa buku ini sekarang ada di genggaman Anda. untuk menyindir? Jelas bukan. Tentunya untuk menguji kejujuran.  Bukankah Anda ingin menjadi pribadi yang baik karena jujur? Ya!  Kepastian sebagian besar dari Anda akan beranggapan bahwa galau selalu yang ihwal berkaitan dengan ditinggal kekasih, ditolak seseorang, atau bahkan diabaikan yang pedih deritanya lebih menguras jiwa ketimbang sebuah penolakan. Mungkin ada pendapat lain yang lebih luas, namun tidak begitu luar biasa cakupannya dengan apa yang akan Anda temukan di tulisan ini mengenai ruang lingkup kegalauan yang sesungguhnya.
    Berdasarkan terjemahan makna di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), istilah galau memiliki arti ber-ramai-ramai, tidak karuan, ber-sama-sama. Namun begitu unik jika kita menggunakan parameter definisi galau yang ada di pikiran Anda saat ini dengan filosofi galau menurut aturan kebahasaan tadi. Istilah galau rupanya telah berubah menjadi definisi yang tidak sebenarnya dan sedikit lebay (alay yang berlebihan) serta telah mengalami pergeseran makna (peyorasi) yang seolah menjadi ambigu ketika kita memikirkan suatu istilah yang tepat untuk menyimpulkannya, kegalauan.
    Galau kini menjadi istilah yang begitu sering dipakai oleh remaja dan manusia tua yang mengaku remaja untuk menyiratkan setiap kepedihan yang sedang dihadapi dan pula diratapi. Ditinggal kekasih, diabaikan, nilai ulangan buruk, seolah dapat disatukan menjadi suatu istilah untuk mewakilkannya, dan itu adalah kegalauan. Ternyata galau memiliki trayek yang cakupannya lebih luas ketimbang angkutan umum. Amazing!
    Galau adalah kondisi hati yang memaksa jiwa kita untuk lebih sering menguras kesabaran dan menitikkan air mata dengan alasan apapun yang kita anggap penuh dengan ketidakadilan. Sadarkah ketika nilai ulangan Anda buruk dan Anda lebih dominan untuk mengatakannya sebagai kegalauan bukannya penyesalan? Sadarkah ketika Anda ditinggal kekasih, Anda menuliskan kata galau di jejaring sosial? Mengapa tidak kata penghianatan? Sadarkah ketika orang yang Anda cintai meninggalkan bumi ini untuk selama-selamanya dan Anda berpikir itu kegalauan bukannya kesedihan? Sadarkah ketika Anda dicampakkan dan Anda lebih tertarik menyatakan bahwa itu adalah kegalauan? Bukankah itu kepantasan bagi Anda? hehe saya cuma becanda.  Apakah Anda menganggap setiap hal yang menyudutkan kebahagiaan Anda adalah suatu kegalauan? Sadarlah dengan sadar! Mungkin saja di waktu sepuluh atau dua puluh tahun kedepan kita dapati bahwa seluruh perasaan negatif mereka katakan sebagai kegalauan. sadarlah!
    Galau adalah istilah abstrak yang meniru rupa dari pola rasa yang sebelumnya pernah ada. Semoga Anda dapat memahaminya. Mengapa Anda meyakini hal yang tidak pernah ada, hal yang gaib? Galau hanyalah ungkapan sederhana yang bodohnya kita, selama ini dialah teman setia yang ternyata dapat menghancurkan kebahagiaan dalam hidup. Apakah berkawan dengan galau itu sebuah kesalahan? TIDAK. Selama kita dapat menjamin bahwa galau tidak akan pernah memudarkan keyakinan kita untuk selalu berbuat benar dan memastikan bahwa itu hanyalah tragedi sesaat yang sukar untuk miang kembali.

    Takut galau? Jangan hidup! Takut hidup? Makanya jangan galau!

Istilah galau ternyata tidak serumit materi integral di fisika. Anda hanya perlu peka dengan apa yang Anda rasakan     dan yakini itu tidak adil serta menyimpannya pada ruang terdalam pikiran. YA. Galau yang Anda pahami selama ini hanya terjadi dalam pikiran.
Pernahkah Anda merasa galau?
Dimana? Hanya dalam pikiran bukan?
Tidak, tapi hati pun merasakan.
Bukankah perasaan dikendalikan oleh pikiran?
Bukankah Anda hidup di kenyataan?
Mengapa mesti meyakini keburukan yang ada di pikiran? Sadarlah, itu tidak terjadi di kenyataan!
    Inilah budaya bangsa yang selalu terulang hingga Zaman Kapal besi bulan (zaman modern) seperti saat ini. Anda terlalu meyakini apa yang buruk dalam pikiran dan memposisikannya sebagai kenyataan tanpa dapat membedakan antara nyata dan asa. Analogi sederhana, ketika ada seorang pria yang mengirimkan pesan singkat kepada seorang wanita idamannya melalui handphone, dan pada saat  yang bersamaan wanita yang dikirimi pesan singkat tersebut sedang mengendarai mobil untuk suatu acara yang mendesak dirinya untuk hadir lebih cepat dibandingkan dengan waktu yang biasa dicapai oleh pengemudi lain pada umumnya. Dapatkah Anda membayangkan tentang apa yang pria itu rasakan dan alami setelah hal tersebut? Inilah ilustrasinya:
“Hay. Nanti malam kita jadi dinner kan?” Pesan yang dikirimkan pria.
“Y.” Pesan balasan wanita dengan susah payah sebab sedang mengemudi kendaraan.
“Hey.. singkat banget balesnya, udah ga peduli hah?” hardik si pria dengan wajah seolah bebas dosa tanpa mengetahui kondisi sang wanita saat itu.
“Ini orang kenapa sih? Kerasukan jin mana?” ungkapan batin sang wanita di dalam hatinya atas peristiwa irasional tersebut.
Sudah jelas bukan, mungkin pria berpikiran bahwa saat itu sang wanita sedang bersama pria lain dan mengabaikan pesan darinya. Namun faktanya berkata lain, sang wanita sedang berada di suatu kondisi yang mendesak dirinya untuk tidak dapat berfokus lebih kepada apapun selain kepentingannya dan keselamatannya dalam berkendara saat itu. So, apakah yang salah atas fenomena kegalauan yang kian hari semakin sering melumat mangsanya yang tidak berdosa selama ini? Yaitu pola pikir kita atas pandangan terhadap hakikat kegalauan yang sebenarnya. Kembali ditekankan bahwa kegalauan tidak pernah ada di kenyataan. Namun hanya terjadi di dalam pikiran yang tidak pernah timbul di alam nyata,  di permukaan bumi dimana kita berpijak saat ini. Tentang segala keluh kesa yang selama ini Anda anggap sebagai kegalauan, katakanlah kondisi mereka menurut kenyataannya masing-masing. Jika Anda jatuh dari sepeda, katakanlah itu sebagai rasa sakit bukan sebagai kegalauan. Jika sidia selingkuh dengan pribadi lain, yakinlah bahwa itu adalah rupa dari pengkhianatan dan bukan kegalauan. Ketika nilai ulangan Anda buruk, jangan Anda posisikan itu sebagai kegalauan, namun anggap bahwa hal itu adalah ganjaran yang sesuai dengan apa yang Anda upayakan selama ini.
“Saya sudah paham tentang definisi kegalauan yang sebenarnya, namun seperti apa langkah bijak untuk dapat mengatasi fenomena-fenomena yang dulu saya anggap sebagai kegalauan dan menjadikannya sebagai pematik semangat untuk dapat berbuat lebih atas rangkaian impian, yang selama ini saya inginkan agar lekas menjadikannya sebagai kenyataan?”
Mungkin itulah yang ada di benak Anda ketika berada di bagian akhir tulisan ini. Ingin tahu jawabannya? Setelah yang mau lewat berikut ini. Jama’aaaaah, oh jama’ah. Lah kenapa nyambung  ke acaranya Ustadz ngondek? Ups. Keceplosan. Hehehe. Itulah mengapa materi di buku ini dicipta secara terpisah. Seperti mainan? Maksudnya bersambung dan berkaitan antar materinya. Dengan tujuan agar Anda penasaran untuk dapat menemukan apa yang Anda inginkan, apa yang Anda butuhkan, dan bagaimana langkah Anda untuk meraih kunci permasalahan yang Anda hadapi sendiri melalui kehadiran buku ini.
Kontak Nurani,
Setiap kepedihan selalu penuh derita..
Benarkah? Bukankah dulu mereka yang sukses pun mengalami hal yang sama seperti Anda?
Tidak. Mereka orang-orang yang diberkati sang pencipta dengan ketahanan jiwa yang kuat. Bukan seperti aku..
Apakah Anda tidak merasa sebagai ciptaan Allah SWT? Bukankah setiap insan diciptakan secara sama?
Betul. Namun aku belum mengetahui hal yang tersirat tentang kepedihan yang kini menggosok hati dan pikiran..
Bukalah hati Anda untuk merasa bukan hanya peka pada mata! Apakah Anda menyebutnya sebagai kegalauan? Bukankah kita telah sepakat bahwa itu hanya suatu fenomena buruk dalam pikiran?
Saya butuh keyakinan untuk paham..
Pahamilah setiap kekuasaan Allah dengan rasa syukur yang menyeluruh, sehingga Anda dapat menerka kekuasaan lain yang dapat membuka pintu kecerdasan Anda untuk dapat yakin dalam memahaminnya..
Apakah itu cara yang efektif?
Bukankah Anda percaya terhadap kekuasaan Sang Maha Pencipta? Lantas mengapa Anda mengabaikannya? Sadarlah!


Sabtu, 21 Juli 2012

Kumpulan kata-kata motivasi


Kumpulan Kata-Kata Motivasi 



" Ketakutan ialah modal utama anda untuk bersikap berani. Sebab keberanian yaitu mengupayakan secara nyata atas apa yang selama ini kita takuti untuk terjadi. Porsi rasa takut yang diimbangi dengan semangat untuk memberanikan diri dengan membatasi rasa takut itu sendiri ialah fase awal bagi anda untuk menjadi pribadi yang begitu pemberani."

" Perjanjian yang mendamaikan yaitu ketika anda kembali mencipta harap dan mengikat untuk kesekian kalinya simpul upaya yang terputus sebab kegagalan. tidak ada yang lebih pasti bagi kesuksesan selain kembali optimis dan mencoba."

" Selalu perhatikan apa yang telah hilang pada diri anda. renungkanlah seberapa berdosanya anda ketika sadar atas pengabaian segala kuasa terhadap momentum untuk mendayagunakan amunisi diri anda demi pencapaian besar dan saat ini itu semua telah jatuh tempo."

" Yang anda sia-siakan adalah hal yang mereka perebutkan di dunia ini."

" Sebagian besar langkah pertama berakhir dengan kegagalan. namun tidak ada alasan bagi anda untuk tetap duduk nyaman di singgasana kegagalan hingga masa anda di dunia ini berakhir. Yakinlah bahwa ketika kekalahan bertamu pada pencapaian anda, sesungguhnya anda juga telah dipertemukan bersama mahkota kemenangan dengan syarat bangkit dan kembali MENCOBA ! "

" Apa yang anda pikirkan saat ini ialah hal yang tengah dirintis secara nyata oleh jutaan orang di luar sana. yang menjadikannya luar biasa dan lebih berbeda menurut segi pencapaiannya dengan anda ialah cara anda sendiri untuk menjadikan hal umum yang biasa secara spesifik menjadi hal yang begitu istimewa."

" Cerdas dengan kata, berpikir atas kuatnya tekad dan kokohnya karsa, berpacu dengan waktu pada setiap tindakan, lalu buktikan bahwa segalanya cukup mudah untuk dijadikan nyata."

" Kebodohan terburuk yang anda miliki adalah keyakinan anda untuk mengetahui apa yang telah anda ketahui sebelumnya. Karena saat itu juga logika anda akan di sembunyikan secara paksa oleh dorongan untuk berhenti bertindak dan menikmati segala keadaan buruk yang selama ini anda alami. tidak ada kata penuh atas memori kecerdasan, tidak ada kata berhenti dalam setiap upaya keingintahuan serta tidak ada kata TAHU, sebelum PAHAM dan MENCOBA ! "

" Sadarlah, akan banyak orang yang menganggap anda luar biasa ketika anda telah mencapai segalanya. namun itu tidak akan terjadi dengan hanya satu kedipan mata. Kefokusan anda terhadap apa yang anda lakukan menentukan atas sebagian besar peluang anda untuk dapat dihargai dan di nilai istimewa oleh dunia di masa depan. introspeksi atas segala tindakan, merubahnya dengan sedikit polesan kebaikan, lalu memposisikan diri sebagai pribadi yang selayaknya di hargai akan menjadikan anda sebagai pribadi luar biasa tidak hanya di masa depan, namun juga hari ini, saat ini ! "

" Berpaculah dengan kekuatan anda atas segala pengharapan anda saat ini juga ! inilah waktunya, bukanlah esok maupun di kehidupan anda selanjutnya. yakinlah bahwa anda akan leluasa berbuat ketika anda telah berani memulai hal kecil dengan keinginan, semangat serta keyakinan yang begitu besar. Alhasil akan anda dapati pencapaian besar hidup dari yang mulai anda lakukan saat ini, detik ini, sekarang juga ! "

" Kuasai dan stabilkanlah perasaan anda sebelum anda diperbudak olehnya."

" Masa lalu adalah kebohongan ketika anda telah meyakini kebaikan di masa depan."

" Lambat dalam bertindak akan menjadikan anda sebagai pribadi penunda yang penuh dengan beban di kemudian hari. Setiap saat memiliki kapasitas dan porsi masalah yang berbeda. Selesaikanlah kesulitan anda saat ini demi terbebas dari masalah esok hari yang lebih besar sebab penundaan tersebut ".

" Hidup adalah kombinasi antara kebaikan dan kesalahan. Yang salah dan tidak baik adalah ketika anda tidak meyakini dan merealisasikan perbaikan sebagai pelengkap dan penutup pada kombinasi tersebut."

" Jangan pernah sekalipun anda beranggapan bahwa diri anda lemah dan sebuah ketidakmungkinan untuk mendayagunakannya demi hal besar yang anda impikan. Sebab itulah salah satu bentuk lain dari mengecilkan kekuasaan tuhan."

" Salah satu penghambat anda untuk tetap bergerak ialah perasaan menyesal yang anda alami sebab tragedi gagal dalam upaya yang anda realisasikan sebelumnya. Bangunlah dari keterpurukan yang selama ini menjadikan anda lemah di mata tuhan dengan keoptimisan yang menyeluruh atas kesuksesan masa depan dan katakan " INILAH SAATNYA, AKAN JAUH LEBIH BAIK ! "

" Setiap saat dalam hidup anda adalah perjalanan yang pasti akan berujung. merespon dengan baik secara wajar terhadap segala keadaan yang tengah hinggap dalam dinamika hidup adalah kunci terbaik guna menyelaraskan alur kehidupan yang selama ini anda inginkan."

" Salah satu kepribadian invidu besar adalah selalu mendengar kritik dan celaan individu kecil lalu menjadikannya sebagai semangat besar "

" Sekalipun cahaya harapan itu setitik dan redup pula, suatu kesalahan besar jika menyianyiakannya."

" Memulai perubahan dengan sedikit paksaan diri lebih baik dibandingkan dengan datangnya teguran keras yang tiba - tiba menghentakkan kita dari lelapnya tidur pada penantian untuk sadar yang tak pasti."
Ingin mengetahui seberapa kurangkah diri kita ? coba renungkan seberapa lebihkah kita menilai buruk orang lain !”
" Pahamilah sebuah kondisi yang kita anggap sangat memberatkan sebelum menjustifikasi suatu hal buruk yang sesungguhnya tidak terjadi dalam kenyataan namun hanya ada dalam pikiran."

" Hambatan adalah halangan dalam hidup tetapi bukanlah hal yang menjadi dasar untuk bersikap menyerah dan berputus asa dengan alasan yang tidak rasional."

 “ Tulisan adalah bukti nyata dari sebuah tingkatan kecerdasan. Maka menulis adalah salah satu upaya bagi anda untuk lebih dapat meningkatkan daya intelektualitas diri.”
Disaat kita menganggap semua orang benar disaat itu jugalah kita menganggap diri kita salah.”
“ Berusaha untuk menjadi apa itu hal yang patut dtiru. Tapi jika berusaha untuk menjadi siapa itu hanya membuang waktu.”
“ Titik keidealan hidup hanya diperuntukkan kepada mereka yang memiliki rasionalitas. Sedangkan kesempurnaan hanyalah khayalan bagi kaum intelek minoritas.”
“ Faktor utama untuk memprediksi kesuksesan ialah niatan dan langkah awal ke depan yang kita lakukan.”

~ Muhamad Fathan Mubin

Jumat, 20 Juli 2012

BANTEN (Wahana Bagi Jawara dan Santrinya Santri)


BANTEN ( Wahana Bagi Jawara dan Santrinya Santri)


D
ari manakah anda berasal ? cukup jauhkah jarak anda jika dibandingkan dengan tempat super unik yang akan saya ceritakan ? inginkah anda merasakan apa yang saya rasakan saat menulis artikel ini ? apakah anda penasaran mengenai sebuah tempat di ujung barat pulau Jawa yang penuh pesona dan sungguh memikat logika ? jika iya, bacalah tulisan ini hingga akhir lalu bayangkan kesimpulan yang anda dapat kemudian bandingkan dengan pemikiran sebagian besar orang.
            Tahukah anda salah satu wilayah di Indonesia yang sering di sebut-sebut sebagai " Kandang Jawara " ?  Lalu tahukah anda daerah selain NAD ( Nanggroe Aceh Darussalam ) yang dijuluki sebagai " Kota Seribu Santri " ? pernahkah anda membayangkan jika kedua julukan daerah tersebut tersematkan kepada satu tempat dengan nama dan letak yang sama ? jika tidak, selamat bagi anda semua sebab anda akan mendapat bahan untuk mengkhayal dan membayangkan mengenai hal yang mungkin tidak pernah anda pikir dan bayangkan sebelumnya.
            B-A-N--T-E-N. Masih baurkah anda dengan nama daerah tersebut ? apakah anda memiliki nama lain yang lebih sesuai seperti " Kampung Para Juaranya Jawara "  atau yang lainnya ? saat ini juga pola pikir atau mindset anda mengenai tempat ini akan berubah seketika.
            Dikelilingi oleh pegunungan yang asri dan hamparan persawahan serta perkebunan yang memikat mata, Tidak menutup kemungkinan Banten adalah salah satu daerah ter-istimewa di Indonesia. Dari sudut manakah kita melihatnya ? tentu melalui keberagaman budaya, wisata, pertanian dan perikanannya. Apakah hanya melalui beberapa hal tersebut Banten dikatakan sebagai daerah teristimewa? jika iya, maka anda belum memahami Banten sepenuhnya.
            Anda boleh mengatakan bahwa Banten adalah "Tempatnya Para Jawara ". Yang menjadi pertanyaan adalah di belahan bumi mana letak anda ketika berkoar mengenai hal tersebut ? menjadi sebuah kepastian bahwa hal ini hanyalah hasil kiasan sinekdoke belaka. Sebab warga Banten sendiri tidak meyakini keberadaan pemikiran tersebut.
            Tahukah anda ? ketika saya mengelilingi beberapa daerah di Banten untuk sebuah urusan, saya mengunjungi beberapa pondokan modern dengan jumlah santri yang tidak saya duga-duga sebelumnya. Sebelum saya mengalami peristiwa tersebut, saya sadar bahwa pola pikir saya mengenai Banten yang saya tinggali mungkin lebih menjurus kepada persepsi kebanyakan orang pada umumnya seperti daerah jawara ataupun yang lainnya. Namun setelah itu, sudut pandang saya mengenai wilayah ini seakan berubah dari sebuah " kengerian " menjadi sebuah KEKAGUMAN. 
            Percayakah anda ? Ketika saya menelusuri daerah Lebak atau lebih tepatnya daerah Rangkas dan sekitarnya, hampir setiap satu kilo meter jarak tempuh dalam perjalanan, saya menemukan Pontren-pontren modern atau yang lebih dikenal dengan istilah Islamic Boarding School seolah berbaris menuju arah jalan yang saya lalui. Mungkin kedengarannya biasa bagi anda. Tetapi ini LUAR BIASA bagi saya. mengapa ? sebab saat itu juga akhirnya saya TERSADARKAN. . Biarpun tak bisa dipungkiri juga bahwa terdapat pula beberapa perguruan pencak silat di daerah ini.
Di sepanjang perjalanan tersebut, saya mendayagunakan pola pikir yang saya miliki untuk mengolah persepsi baru saya mengenai daerah ini untuk di rangkai menjadi sebuah tulisan yang menarik.
Inilah Kesimpulan yang dapat kita ambil dari penjelasan mengenai hal di atas yang dapat mengubah persepsi anda  : " Di sebuah daerah yang kaya akan wisata, pertanian serta hasil tambang yang melimpah, dengan keanekaragaman budaya yang memikat, Mungkin ini biasa bagi anda tetapi sebuah keselarasan yang luar biasa bagi saya. Ditemukannya dua sebutan karakter masyarakat yang berbeda untuk satu daerah yang sama, dengan sifat yang bertolak belakang antara "  Kekerasan " dan " Pengajian "  menjadikan daerah Banten sebagai salah satu bukti hasil combine yang istimewa antara segala perbedaan yang berjalan beriringan menjadi satu kesatuan yang utuh pada kesempurnaan dalam kebersamaan”.
Sekian.
(Muhamad Fathan Mubin)


Renungan Sahabat


Renungan Sahabat

Untukmu sahabatku,

Cobalah engkau pahami diriku kawan..

Engkau yang lemah, tak berdaya, galau atau apalah kekukaranganmu tidak menjadikanku acuh tak acuh terhadap ikatan kita..

Pernahkah engkau sedetik saja meluangkan waktumu untuk mengingatku ?
Tentang kita, kebersamaan kita dan segala kebahagiaan yang telah kita raih..

Akupun sadar hidup yang baik adalah rela berbagi dan ikhlas memberi..

Namun kawan, akupun manusia. Manusia yang turut juga mendamba sebuah aktualisasi, pengakuan..

Kawan, ingatkah ketika engkau bersedih saat ditinggal oleh kekasihmu dulu ? akulah orang pertama yang mengatakan, “dia bukan yang terbaik untukmu, Allah SWT akan menggantikannya dengan yang lebih baik lagi nanti. Semangat Kawan !” ingatkah engkau atas hal itu ?

Ingatkah ketika engkau lupa mengerjakan tugas entah itu dalam pelajaran maupun pekerjaan dulu ? akulah orang pertama yang mengajukan diri untuk membantumu. Dengan ikhlas serta senyum setia yang selaras..

Namun, sadarkah engkau ketika kebahagiaan menghampirimu karena hal lain atau seseorang di luar sana yang seolah mengalihkan perhatianmu seutuhnya, hal itu tidak pernah engkau bagi padaku. Kau katakan, “ mau tau aja, Cuma pacar gw doang yang boleh tau. Wee :P”. Tahukah kawan, itu menyakitkan..

Kala kau sedang bersenda gurau bersamanya, merenda kisah cinta yang nyaman bagimu, seolah itu adalah hal yang menjadikan kualitas hubungan kita renggang dan menjauh…

Untuk kesekian kalinya engkau kembali berkoar, “ lo udah tau kan tanpa gw kasih tau juga ?” dan itu lebih menyakitkan lagi kawan…

Aku hanya menginginkan pengakuan, sebagai pendamping setiamu. Kawan lama dalam gelisah tiada tara, kegalauan tanpa tepi dan resah tak berakhir, Ya, itu aku. Sahabat setiamu…

Aku pernah berpikir sejenak tentang apa yang sebetulnya tidak layak untuk aku pikirkan…
Ingin tahukah engkau ? “untuk apa, lo aja ga pernah bagi-bagi semuanya sama gw.” Kawan, sungguh pernyataan seperti itu tidak pernah sehurufpun tertuang dalam kamusku, kamus seorang sahabat…

Terkadang aku pernah berpikir bahwa apakah mungkin selama ini aku hanya diperbudak olehmu saja ?

Dalam kegelisahan, kesedihan, duka akulah orang pertama bagimu. Namun pada kesempatan yang lain seperti moment kebahagiaan misalnya, kenapa aku selalu jadi yang terakhir ? mengapa selalu dia (kekasih) orang pertama bagi setiap informasi indah yang terlontar dari indera wicaramu ? apakah engkau mengenalnya sebelumku ? meskipun iya, mengapa sekarang engkau seolah campakan aku, campakan sahabatmu ini ?

Ketika keadaan membawamu pada kondisi buruk, seolah aku menjadi pelampiasan segala emosi dan pencurahan atas kesedihan tersebut. Mungkin aku pernah berpikir seperti ini, “dulu waktu lo seneng, gw ga pernah lo anggap. Nah sekarang aja giliran kaya gini, baru lo datang lg k gw. Kemana aja woy ?” namun sekali lagi aku selalu menempatkan diriku sebagai sahabatmu, seseorang yang semestinya menjadi salah satu yang terbaik untukmu. Lalu bisikan itupun seolah tak lagi menghinggapi..

Sekarang apakah engkau yakin tentang “persahabatan” kita ? yang tak pernah termakan usia dan kondisi selama ini ? sadarlah kawan, ingatlah kawan, ingatlah aku sahabatmu…

Akupun akan selalu ada bagimu, meski sesungguhnya hatiku sakit atas sikapmu, namun bagiku kau tetap yang terbaik... 

Tahukah kawan ? setiap malam ku panjatkan do’a atas keberkahan segala hidupmu yang mungkin engkau tak meniru apa yang semisalnya kulakukan padamu ini…

Namun aku hanya ingin menjadi yang terbaik dalam hidupmu, dalam kegalauanmu, dalam keluh kesamu, dalam duka cita, tawa, senyum bahagia, derita dan lain sebagainya. Kini, cobalah engkau minimal menyalamiku saat bertemu. Itu begitu sangat berarti bagiku kawan… 

Hidupmu adalah hidupku. Namun hidupku adalah upayaku untuk selalu menjadi yang terbaik bagimu di saat ini dan selamanya… 

Kau segalanya bagiku..   sahabat.. :)
 
"Sayangilah seorang sahabat dengan begitu anggun. Sebab tatkala ia pergi menjauh, meski kau masih dapat menyayangi seorang sahabat, namun itu hanyalah rupa kenangan dan bayangan semu." ~ Muhamad Fathan Mubin



The Power of Bestfriend

The Power of Bestfriend


Dalam derita tiada tepi pada alur deras kehidupan, ada satu pribadi yang selalu dapat mengerti anda,  menyemangati jiwa anda ketika terperangkap keputusasaan, dan selalu jadi pelita bagi ruh anda ketika digelapkan oleh kondisi sulit kapanpun. Dialah kawan kedua setelah diri anda. Yaitu seorang sahabat, yang selalu ada dalam
duka, cita dan selamanya akan selalu ada bagi kehidupan anda.
(Muhamad Fathan Mubin)
            Inilah kehidupan. Yang penuh kebersamaan dan ikatan batin serta perasaan antara satu dengan yang lainnya. Diri anda adalah setitik cahaya. Setitik cahaya yang dapat memancarkan kobaran api semangat dengan sedikit gerakan saja. Cukup hebat bukan ? namun, jika anda tidak beranggapan bahwa ada hal lain, ada bagian lain dari apa yang selama ini anda upayakan serta itu penting namun anda tidak menganggap bahwa hal itu “ada”, maka dapat disimpulkan bahwa hati nurani anda ternyata begitu sempit dan tidak berguna dalam konteks yang sesungguhnya.
            Pernahkah anda memiliki sahabat ? seberapa pentingkah sahabat bagi kehidupan anda ? “biasa aja, ga ada pengaruh tuh.” apakah pernyataan itu yang terbesit di dalam pikiran anda  mengenai hakikat seorang sahabat ? sadarlah bahwa apa yang selama ini anda dapatkan – baik harta, pangkat maupun penghargaan lainnya – tanpa disadari adalah sesuatu yang anda capai dengan bantuan seseorang disana yang tak rela melihat diri anda lemah, tak jua meminta balas jasa atas apa yang selama ini ia lakukan demi anda, dan menjadi sebuah kebahagiaan tiada terkira baginya ketika melihat anda begitu gembira dan menikmati apa yang telah anda gapai. Dialah sahabat, yang selalu ada bagi anda.
            Saya terkadang merasa bersalah. Terlalu menjadi parasit bagi ‘seorang sahabat’ disana. Tahukah anda ? bahwa tulisan ini hingga dapat dibaca oleh anda, berkat adanya kesetian seseorang terhadap sahabatnya. Ia dengan sukarela mendanai segala macam persiapan maupun hal lain demi terbitnya buku ini, demi saya, demi sahabatnya. Lantas, mengapa anda masih saja menganggap meski tidak ada sahabat hidup anda akan baik-baik saja ? kemanakah anda akan mengeluh ketika peluh air mata menetes sebab kepedihan yang melanda diri anda ? kepada Allah SWTlah kita meminta perlindungan dan mengeluh atas segala derita hidup. Hebatnya seorang sahabat adalah salah satu utusan yang dijadikan oleh Allah SWT sebagai ranah anda untuk mencurahkan semuanya, termasuk seluruh keluh kesa anda. Percayalah!
            Kini, jangan lagi anda menganggap bahwa sahabat hanya sebagai pelengkap. Terbukti itu telah terjadi dalam kehidupan saya. Fungsi sahabat adalah penyemangat, pematik pribadi bagi anda untuk kembali membakar keoptimisan jiwa atas segala kesempatan yang ada. Lihatlah dia, sebagai satu kesatuan yang utuh bersama anda. Dialah soulmate anda yang sesungguhnya, pelipur lara ketika ditinggal kekasih maupun saat bersedih karena gagal dalam suatu upaya. Berbaiklah kepadanya. anggaplah dia ada, sebagai pribadi yang selalu membantu anda, sebagai pahlawan terbaik, sebagai seorang SAHABAT.
Sahabat
Karya : Iffa Maulida
Di kala kesepian.. di kala sakit.. di kala bingung..
Di kala sedih.. di kala gundah..
Di kala kita merasakan putus asa..
Persahabatan membuat kita mampu bertahan..
Bahkan jika sahabat tidak mampu membantu..
            Cukuplah bila dia ada di sisi kita..
            Mendengarkan keluhan dari kita..
Menyiapkan topangan dan menghapus embun yang menetes dari sudut mata..
Persahabatan tidak berkurang oleh bentang jarak maupun waktu..
Oleh segala bentuk penderitaan ataupun kebisuan..
Karena dalam hal-hal inilah persahabatan berakar..
Dalam hal-hal inilah persahabatan berkembang indah..

Disalin dari buku "Diary of Motivation," karya MFM

No Matter Where You Go (Renungan)


No Matter Where You Go


Kemanapun Anda pergi, selalu akan ada rintangan berarti yang menghampiri..  

Kemanapun Anda pergi, disitulah Anda akan diuji dan ditempa menjadi pribadi yang lebih berarti..

Terlepas dari hingar bingar kehidupan keras yang Anda pikirkan mengenai dunia luar, sungguh hidup Andalah yang lebih berat dan semakin mencipta banyak peluh keringat yang Anda produksi selama ini..

Kemanapun Anda pergi, selalu masalah akan tetap menampakkan rupanya yang begitu menawan bagi kesulitan. Namun jika Anda menyadari bahwa setiap saat Anda mengalami tragedi dengan tingkatan masalah yang hampir sama pada setiap kondisi berbeda selama ini, tentu kesulitan itu tak lagi begitu berat seperti yang Anda pikir dan rasakan. Segalanya hanya tentang persepsi..

Anda hanya tinggal berlari, dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh dan setiap hal –besar maupun kecil- yang Anda syukuri, maka segala yang sulit lekas menjadi mudah dan indah..

Kemanapun Anda pergi, selalu akan ada stigma yang menyatakan bahwa tiada diri yang lebih buruk dari Anda.. Anda sampah, semak belukar yang tak pernah dibersihkan sampai ke akar.. selalu akan ada perendahan kualitas di setiap kondisi kapan dan dimanapun Anda berada..

Kemanapun Anda pergi, seluruh hal terlihat begitu asing hingga Anda berkata, “ini bukan tempatku. Tidak menarik,” yang sebetulnya merupakan penghancur bagi karir Anda untuk mencapai apa yang Anda harapkan selama ini..

Kemanapun Anda pergi, selalu Anda akan merasa bahwa kemustahilan untuk mencapai impian besar dengan para Kompetitor hebat yang mungkin hingga kini Anda masih saja menganggap mereka sebagai pujaan yang tak pernah sedikitpun Anda berupaya untuk berada minimal sekelas dengan kasta kemampuan mereka..

Kemanapun Anda pergi, selalu akan Anda temui hal baru yang tingkat kebenarannya samar-samar dengan rupa dan sifat yang membuat Anda seolah terpedaya pada pengikatan gaya hidup oleh golongan yang baru saja Anda temui melalui ajaran dan aturan adat yang dapat mempengaruhi keseluruhan hidup Anda..

Kemanapun Anda pergi, maka selalu kera putih pencari kesalahan akan dengan setia memantau hidup Anda dengan keingintahuan yang sebetulnya tidak berguna bagi pencapaian hidupnya…

Kemanapun Anda pergi, akan dengan mudah Anda temukan hal-hal yang sebetulnya tidak masuk logika dengan intrik para penguasa yang semakin menjeruji Anda pada sempitnya ruang lingkup upaya kesuksesan yang membuat Anda tidak leluasa dibuatnya..

Sadarlah, bahwa kemanapun Anda pergi maka akan banyak hal baru, tantangan baru serta godaan baru pada sejengkal dan selangkah tambahan jarak tempuh Anda ketika bergerak lebih jauh di bumi yang semakin menunjukkan kerentaannya kini..

Belajarlah dari nilai pelajaran pada sebuah pengalaman. Tidak hanya belajar dari pengalaman yang menyatakan bahwa sesungguhnya banyak manusia yang tidak belajar dari pengalaman. Sebelum Anda bertindak, maka utamakanlah  ukuran yang jelas untuk apa yang mungkin dan pasti Anda raih. Gapailah matahari. Biarpun meleset, toh kita masih dapat meraih bulan. Bermimpilah besar. Maka dengan seburuk-buruk hasil, minimal Anda akan mendapat kebaikan..

Allah telah mendaku bahwa setiap kuasa terhadap keberlangsungan alam jagat raya beserta perkakasnya merupakan  kemutlakan bagi-Nya. Ini keyakinan yang harus kita imani keberadaannya. Lantas, mengapa hingga kini Anda seolah tidak lagi menganggap bahwa diri-Nya “ada”. Meski mungkin kedengarannya frontal, namun ketika kita merefleksikan diri pada apa yang Selama ini kita perbuat, maka ini adalah kenyataan yang begitu ironis, kronis dan menyedihkan.. Dekatkanlah diri Anda sedekat mungkin dengan Sang Maha Kuasa, maka itulah upaya awal bagi Anda untuk tidak lagi merasa tersesat pada perjalanan panjang dalam “Tour of No Matter You Go” yang selama ini anda arungi di samudera kehidupan yang semakin dekat dengan muara akhir yaitu kematian… 

Sadarlah kawan, jika saja nanti Anda tidak dapat beradaptasi dengan baik atas setiap diferensiasi -budaya, tekanan hidup, kompetisi maupun tingkat kesulitan- di wahana baru bagi Anda untuk dapat mengeksplorasi segala yang Anda mampu, maka lambat laun jiwa Anda sendiri yang akan mati. Meski raga sebetulnya masih dapat bergerak leluasa, namun tidak berguna..

Apakah kini Anda sadar ? 

Tentang apa ?

Hanya Anda sendiri yang dapat menjawabnya.. yaitu setiap hal yang Anda anggap begitu sulit hingga terkadang Anda begitu tampak pucat, lelah dan tidak berdaya atas setiap beban yang selama ini Anda hadapi ketika bersua dengan kondisi baru…

Maka mulai saat ini.. Hadapilah musuh-musuh terberatmu yang mengatasnamakan dirinya sebagai, “Agen Penghancur Mimpi,” dengan keyakinan bahwa pada setiap kondisi baru dan berbeda yang kita hadapi akhir-akhir ini, sebetulnya tidak begitu sulit seperti apa yang kita pikirkan jika kita selalu berpacu pada kebenaran yang datangnya dari Allah SWT, kebergunaan dan kemaslahatan. Ingatlah, bahwa paradigma ini hanya terjadi dalam pikiran..

Kemanapun Anda pergi, kunci utama untuk dapat berbuat lebih baik dan tidak tampak suatu kegagalan dan penyesalah di akhir adalah dengan menerapkan dua langkah terbaik ini, yaitu hadapi dan hadapi..

Anda luar biasa atas setiap langkah hidup Anda sendiri. Tidak lagi Anda meyakini hal buruk tentang diri Anda menurut mereka, adalah keyakinan yang dapat mendekatkan diri Anda pada peningkatan kualitas pribadi yang Anda harapkan selama ini di kondisi baru yang Anda temui..
No Matter Where You Go, you will always survive. Fighting !

Muda ! Ko' Galau ?


Muda ! Ko’ Galau ?




Masa muda adalah fase ketika Anda mulai dapat mengenal siapa sesungguhnya diri Anda. kenalilah jiwa Anda sebegitu baiknya mengenai diri Anda. setiap kebaikan yang Anda yakini adalah kunci pembuka besar bagi kebaikan luar biasa yang sedang menunggu Anda, menunggu yang muda.
(Muhamad Fathan Mubin)

G
alau, bĂȘte, iuuhh,, ga banget dehh. Itulah salah satu kalimat kiasan yang seolah menggambarkan realita pergaulan generasi muda saat ini.  Menurut Anda apakah hal yang selalu menjadi trending topic bagi para kaula muda ? apakah itu mengenai “boyband” atau yang lainnya ? mengapa tidak mengenai cara konkret bagi yang muda untuk menjadi the young leader di negeri ini ? sadarlah, ketika penguasa negeri dan pengelola lainnya mulai renta atau bahkan tidak lagi dapat menghirup udara di bumi pertiwi ini, maka kalianlah penggantinya, kalianlah penerusnya. YA, kalian. para generasi muda.
            Sadarlah kawanku yang selama ini seolah kalian diperbudak oleh apa yang dikenal dengan istilah kegalauan, apa yang kalian lakukan adalah penyebab utama atas kondisi negeri ini di masa depan. Bukalah kejernihan akal kalian untuk berpikir ! kalian adalah sekumpulan pemimpin negeri. Bukan di saat ini namun di masa depan. Tapi tidak ada salahnya bagi kalian  untuk bersikap elegan, ramah, sopan, sadar akan kewajiban serta keadilan selayaknya para pemimpin sungguhan. Dan itu dimulai dari sekarang !

            Anda adalah amunisi terbaik yang pernah di ciptakan di dunia ini. Anda adalah kekuatan yang seolah ditakuti oleh semua musuh. Anda adalah pedang ajaib yang dapat membunuh siapa saja. Hanya terkadang anda tidak peka untuk menyadari batasan-batasan atas  hal tersebut. Optimalkanlah kemampuan Anda dengan acuan jalan kebenaran, jalan Allah SWT, jalan yang selalu mendamaikan.
            Kini, mulailah untuk tidak lagi menjadi budak kegalauan yang selama ini menjadikan Anda terpuruk dan tertinggal oleh yang lainnya. Transformasikanlah kegalauan yang anda miliki saat ini sebagai cambuk utama bagi anda untuk lebih berguna bagi dunia. Setiap kesedihan yang anda ratapi saat ini tidak akan pernah berubah. Namun, anda masih memiliki waktu untuk merubah Sesuatu yang lebih penting, yang dapat meningkatkan derajat anda dalam konteks ketuhanan dan kebersamaan sesama manusia, yang dapat mematangkan kualitas anda sebagai pribadi pilihan, yaitu kepastian baik di masa depan. Jauhkanlah kegalauan untuk semakin mendekati keberhasilan yang selama ini anda harapkan. Bangkit yang muda !

 





 







For The Young :
Say “NO” to Galau !
Say “YES” to Success !